Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, January 3, 2012

4 Perkara!

Terkadang kita terburu - buru memvonis dan melukai perasaan orang yang ada di hadapan kita. Namun hendaklah kita ingat, ada 4 perkara yang kalau sudah terjadi tidak bisa diperbaiki:
1. Tidak mungkin kita menarik kembali batu yang kita jatuhkan atau terjatuh atau terlempar.
2. Tidak mungkin kita menarik kembali kosa kata atau kalimat yang telah kita ucapkan.
3. Tidak mungkin kita menarik kembali peluang yang terlah berlalu dan hilang.
4. Tidak mungkin kita mengambil kembali waktu, umur dan masa muda yang telah berlalu.

Oleh karena itu kenalilah dan ketahuilah dengan baik bagaimana kita harus bertindak dalam 4 hal ini!
Jangan sia - siakan peliang baik yang ada di hadapanmu!
Jangan terburu - buru memvonis orang lain!

* All credit goes to my friend Salina R. Thanks for sharing, dear! *

Monday, January 2, 2012

Operasi Rahang

Jadi ingat kata seorang teman yang selalu nyeletuk "Operasi Rahang" sewaktu ada teman lain yang asal bicara, entah itu merendahkan orang lain atau bergosip ria; katanya: "Operasi Rahang! Ganti aja ama rahang si guk guk sana!"
Memang benar sepertinya, lebih baik ganti rahang... entah dengan rahang apa atau dengan rahang siapa, yang penting berhenti dari kebiasaan asal bicara. Maaf kalo perkataan ini terhitung kasar. Tapi saya tidak bisa menyangkal kalo saya setuju sekali dengan perkataannya. Rahang si guk guk biasanya dipakai, selain untuk makan dan minum, ya... untuk menggonggong bukan hal lainnya. 
Yuk refleksi diri...


Watch your thoughts, for they become words.Watch your words, for they become actions.Watch your actions, for they become habits.Watch your habits, for they become character.Watch your character, for it becomes your destiny. 
Author Unknown











Terjadilah Menurut Perkataanmu!

"Linda...sombong yah... ke rumahku ga mau, ke rumahnya mau. Rumahku jelek yah." 
"Linda... sudah banyak teman yah sekarang, lupa yah sama aku..."

Halaaah...dangdut banget sih. Rasanya ingin ku jawab "Iya, memang Linda itu sombong. Berteman pilih - pilih, apalagi kalo sudah banyak teman baru, yang lama lupa."

Dua kalimat yang tidak masuk akal dan yang belum pernah aku dengar sampai beberapa bulan terakhir. Kalo ditelaah, sebenarnya berteman itu dengan si tuan rumah, atau dengan rumahnya? Dan lagi... lupa? teman - teman dari SD dulu pun aku masih ingat. Memang mungkin tidak sering berbincang di forum media sosial atau melalui telefon, tetapi tidak dilupakan. 

Jadi kalo memang ada yang beranggapan seperti dua kalimat di atas... yah dari lubuk hatiku terdalam aku ucapakan... "Biarlah terjadi menurut perkataanmu!" 

SAMPAH!

Dari beberapa hal yang sulit dicari, mungkin teman atau sahabat adalah salah satu dari beberapa hal tersebut. Ada yang bilang "Lin, berteman jangan pilih - pilih, siapa tahu nanti kamu butuh bantuannya". Ada juga yang bilang "Kalau mau maju dan berkembang, kamu harus berada di lingkungan orang - orang yang sependapat". Yang mana yang benar... terserah anda yang menilai. 

Saya pribadi cenderung memilih untuk berada di lingkungan orang yang mau maju dan berkembang dengan alasan mereka yang mau maju tidak punya (atau mungkin punya sedikit) waktu untuk bergosip atau bahkan menjelekkan orang lain. Bahasan - bahasan atau topik topik yang dibicarakan sifatnya akan lebih membangun daripada menjatuhkan. Hidup ini TERLALU singkat. Masih banyak yang bisa dipelajari, masih banyak potensi diri yang bisa digali dan dibina. Omongan - omongan SAMPAH seperti bergosip atau menjelekkan orang lain rasanya tidak membangun potensi dari segi mana pun. Kalau dipikir, apa sih untungnya menghabiskan waktu bergosip, entah itu menyebarkan atau mendengarkan..., yang ada nantinya meracuni diri sendiri dengan hal - hal yang belum tentu benar adanya. 

Berdasarkan renungan di atas, saya menolak mendengarkan celotehan SAMPAH!